SISTEM KRITIS

 



APA ITU SISTEM KRITIS ?

Sistem Kritis adalah sistem yang apabila terjadi kegagalan, maka dapat mengakibatkan kerugian ekonomi yang besar, kerusakan fisik atau mengancam hidup manusia.


TIPE UTAMA SISTEM KRITIS

1. Sistem Kritis dalam hal Keselamatan 
    Sistem yang dalam kegagalannya dapat mengakibatkan cedera, kematian atau                       kerusakan lingkungan.
 
2. Sistem Kritis dalam hal Misi 
    Kegagalannya dapat mengakibatkan kegagalan pada suatu kegiatan yang diarahkan            pada suatu tujuan. 

3. Sistem Kritis dalam hal Bisnis 
    Kegagalannya dapat mengakibatkan kegagalan pada bisnis yang menggunakan sistem        tersebut.


KOMPONEN SISTEM YANG RENTAN TERHADAP KEGAGALAN

1. Hardware: disebabkan karena : 
  • Kesalahan dalam perancangan. 
  • Komponen rusak karena kesalahan manufaktur. 
  • Komponen telah mencapai akhir masa pakai.
2. Software : karena kesalahan dalam perincian, perancangan, atau implementasi. 
3. Operator sistem : gagal menjalankan sistem dengan benar.


SPESIFIKASI SISTEM KRITIS

Karena biaya potensi kegagalan sistem tinggi, maka penting untuk menjamin bahwa spesifikasi sistem kritis harus berkualitas tinggi dan dengan akurat merefleksikan kebutuhan user sistem yang sebenarnya.


SPESIFIKASI ANDALAN

1. Perlunya dependibilitas pada sistem kritis menimbukan : 
  • Persyaratan fungsional dibuat untuk mendefenisikan pemeriksaan eror dan fasilitas pemulihan serta fitur-fitur yang memberikan proteksi terhadap kegagalan sistem 
  • Persyaratan non-fungsional untuk mendefenisikan keandalan dan ketersediaan sistem yang dibutuhkan
2. Persyaratan lain yang harus dipertimbangkan adalah persyaratan “tidak akan”, yaitu : 
  • Sistem tidak akan memperbolehkan user mengubah izin akses terhadap file manapun yang tidak mereka buat (keamanan). 
  • Sistem tidak akan memperbolehkan dipilihnya metode mendorong ke belakang (reverse thrust mode) ketika pesawat sedang terbang (keselamatan). 
  • Sistem tidak akan membolehkan aktivasi lebih dari tiga sinyal alarm secara bersamaan (keselamatan).
3. Ada 3 dimensi ketika menspesifikasikan keandalan sistem secara menyeluruh : 
  • Keandalan PK. 
  • Keandalan PL. 
  • Keandalan operator.
4. Kegagalan PK dpt menyebabkan sinyal palsu yg berada diluar kisaran input.
5. Kegagalan PK dpt menyebabkan sinyal palsu yg berada diluar kisaran input.
6. Sehingga PL dapat berprilaku seperti yang tidak diharapkan.
7. Perilaku sistem yg tidak diharapkan dpt membingungkan operator dan mengakibatkan      stres operator.
8. Eror operator sangat mungkin terjadi dalam kondisi stres, shg akan memberikan input      yang tidak benar.


SPESIFIKASI KESELAMATAN

1. Operasi yang selamat merupakan karakteristik yang dibutuhkan pada sistem PL yang          berhubungan dengan keselamatan.
2. Setiap bahaya harus dinilai terhadap resiko yang dimiliki.
3. Selanjutnya mendeskripsikan bagaimana PL harus berperilaku untuk meminimalisasi          resiko atau mempersyaratkan bahwa bahaya tidak boleh terjadi.


ANALISA BIAYA dan RESIKO

Tujuannya utk menemukan bahaya potensial yg mungkin muncul, akar penyebab bahaya, dan resiko yg berhubungan dengannya. 
  1. Proses iteratif dari analisis biaya dan resiko : 
  • Identifikasi bahaya. 
  • Analisis resiko dan klasifikasi biaya. 
  • Penguraian bahaya.
  • Penilaian reduksi resiko.
     2. Pengurangan resiko : 
  • Penghindaran bahaya.
         Sistem dirancang sehingga bahaya tidak muncul.
  • Deteksi dan pembuangan bahaya 
          Sistem dirancang sehingga bahaya terdeteksi dan dinetralisasi sebelum                                  menimbulkan kecelakaan.
  • Pembatasan kerusakan
         Sistem dirancang sehingga konsekuensi kecelakaan diminimalisasi.


SPESIFIKASI KEAMANAN

Tahap proses spesifikasi keamanan : 
  • Identifikasi dan evaluasi aset (data dan program). 
  • Analisis ancaman dan penilaian resiko. 
  • Penggolongan ancaman. 
  • Analisis teknologi.

PENGEMBANGAN SISTEM KRITIS 

Ada 2 pendekatan komplementer yang dapat dipakai jika tujuannya adalah mengembangkan PL yang dapat diandalkan : 
  • Penghindaran kesalahan 
         Meminimalisasi eror manusia dan membantu menemukan kesalahan sistem                         sebelum sistem dipakai.
  • Toleransi kesalahan 
         Sistem harus dirancang sedemikian rupa sehingga kesalahan selama eksekusi akan             terdeteksi dan tertangani.


MINIMALISASI KESALAHAN

  • PL yang bebas dari kesalahan adalah PL yang dengan tepat mengikuti spesifikasinya. 
  • Namun PL yang bebas dari kesalahan belum tentu bebas dari kesalahan.

PENGHINDARAN ERROR

Statment go to merupakan konstruksi pemrograman yang secara bawaan rentan terhadap error.
Pemrograman terstruktur berarti : 
  • pemrograman tanpa penggunaan statement go to. 
  • Hanya menggunakan loop while dan statement if sebagai konstruksi kontrol.
Pemrograman terstruktur merupakan batu loncatan yang penting bagi pengembangan RPL.


PENYEMBUNYIAN INFORMASI

  • Komponen-komponen program harus diperbolehkan akses hanya ke data yang mereka butuhkan untuk implementasi.
  • Penyembunyian informasi akan mengakibatkan info yang disembunyikan tidak dapat dirusak oleh komponen-komponen program yang tidak seharusnya menggunakannya.

TOLERANSI KESALAHAN

1. Tujuannya utk menjamin bahwa kesalahan sistem tidak mengakibatkan kegagalan                sistem.
2. Diperlukan pada situasi dimana kegagalan sistem dapat menyebabkan kecelakaan                hebat.
3. Kerugian operasi sistem akan menyebabkan kerugian ekonomi yg besar.
4. Bebas kesalahan tidak berarti bebas kegagalan.


ASPEK TOLERANSI KESALAHAN

Aspek toleransi kesalahan : 
  • Deteksi kesalahan. 
  • Penilaian kerusakan. 
  • Pemulihan kerusakan. 
  • Perbaikan kesalahan.


Komentar