PENGERTIAN AUDIT
Audit adalah istilah untuk suatu proses pemeriksaan. Arti audit
sendiri lebih sering dikaitkan dengan pemeriksaan pada penyajian laporan
keuangan perusahaan. Apa itu audit? Dikutip dari The Economic Times,
audit adalah pemeriksaan pembukuan hingga pemeriksaan fisik untuk memastikan
suatu departemen dalam organisasi atau perusahaan sudah mengikuti sistem
pencatatan yang terdokumentasi. Audit juga berfungsi untuk memastikan bahwa
sistem pembukuan dan tata kelola perusahaan terhindar dari kesalahan penyajian
atau penipuan (fraud). Audit adalah berfungsi untuk memastikan keakuratan
loporan keuangan yang disajikan oleh organisasi atau perusahaan. Orang yang
melakukan audit disebut dengan auditor.
JENIS-JENIS AUDIT
A. Audit Internal
Internal Audit adalah proses evaluasi independen atas manajemen risiko dan
pengendalian perusahaan dalam rangka meningkatkan operasi bisnis dan menambah
nilai perusahaan. Selain itu, audit internal juga dapat membantu dalam
memastikan bahwa perusahaan mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku dan pada
akhirnya mencapai tujuannya.
Tiga jenis utama audit internal meliputi audit operasional, audit keuangan,
dan audit kepatuhan.
Audit Operasional
Audit operasional adalah proses mengevaluasi operasi bisnis perusahaan
dengan mencoba menemukan hal-hal yang harus dilakukan perbaikan yang dapat
diterapkan manajemen untuk meningkatkan kualitas proses bisnis secara
keseluruhan.
Audit Keuangan
Audit keuangan adalah proses mengevaluasi transaksi keuangan dan saldo
perusahaan dengan memverifikasi dan memeriksa berbagai file dan dokumen
pendukung.
Audit Kepatuhan
Audit kepatuhan adalah proses meninjau semua undang-undang dan peraturan
yang diberlakukan pada perusahaan dan memverifikasi praktik perusahaan. Ini
dilakukan untuk melihat apakah mereka melanggar atau adanya kegiatan yang dapat
menyebabkan pelanggaran jika praktik tersebut masih dijalankan.
B. AUDIT SISTEM INFORMASI
Audit sistem informasi adalah suatu upaya penghimpunan dan juga
penilaian berbagai bukti agar bisa menentukan apakah sistem informasi yang
digunakan pada sebuah perusahaan mampu mengamankan aset, menjaga integritas
data, dan mampu mendorong perusahaan dalam mencapai tujuannya secara efektif
serta menggunakan sumber daya yang ada secara lebih efisien.
Terdapat beberapa komponen yang harus diperiksa di dalamnya, yaitu audit
secara menyeluruh pada tingkat efektivitas, efisiensi, availability,
confidentiality, reliability, integrity, aspek keamanan, modifikasi
program, audit proses, audit sumber data, dan juga data file ataupun database
perusahaan.
Audit sistem informasi ini gabungan dari beragam jenis ilmu, yaitu ilmu
traditional audit, sistem informasi akuntansi, ilmu komputer, behavioral
science, dan juga manajemen sistem informasi.
Terdapat dua jenis audit sistem informasi, yaitu audit sistem informasi
laporan keuangan dan audit sistem informasi operasional. Berikut ini adalah
penjelasannya
Audit Sistem Informasi Laporan Keuangan
Audit sistem informasi laporan keuangan dilakukan agar bisa mengetahui
tingkat kewajaran pada laporan keuangan yang sudah disediakan oleh perusahaan.
Jika sistem akuntansi perusahaan yang diaudit tersebut adalah sistem
akuntansi dengan basis komputer, maka akan dilakukan audit pada sistem
informasi akuntansi tersebut, apakah proses ataupun mekanisme dan juga program
di dalamnya sudah sesuai, pengendalian umum pada sistem yang memadai, dan juga
data yang sudah substantif.
Audit Operasional “Operational Audit”
Audit atas software komputer ini terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:
·
Post Implementation Audit
Jenis audit ini akan memeriksa apakah berbagai aplikasi komputer yang sudah
digunakan pada suatu perusahaan sudah sesuai dengan penggunanya dan sudah
digunakan dengan sumber daya yang maksimal.
Dalam hal ini, pihak auditor akan melakukan evaluasi apakah sistem aplikasi
tersebut bisa dilanjutkan, karena sudah bisa digunakan dengan baik dan sesuai
dengan kebutuhan penggunanya, atau harus dilakukan modifikasi dan dihentikan
bila perlu.
Audit ini dilakukan oleh auditor dengan menerapkan pengalamannya dalam hal
mengembangkan sistem aplikasi, sehingga auditor tersebut mampu melakukan
evaluasi apakah sistem yang digunakan sudah diterapkan harus diremajakan atau
diperbaiki atau bahkan dihentikan jika memang sudah tidak lagi sesuai dengan
kebutuhan atau terdapat kesalahan di dalamnya.
·
Concurrent Audit
Pihak auditor akan menjadi anggota dalam tim pengembangan sistem. Nantinya
mereka akan membantu tim agar bisa meningkatkan kualitas dalam mengembangkan
sistem yang dibangun oleh sistem analis, designer, dan juga programmer agar
bisa diterapkan.
Dalam hal ini, pihak auditor akan bertindak sebagai wakil pimpinan proyek
dan manajemen sebagai QA atau quality assurance.
·
Concurrent Audits
Pihak auditor akan melakukan evaluasi performa unit fungsional atau fungsi
sistem informasi apakah sudah bisa dikelola dengan baik, apakah kontrol dalam
mengambangkan sistem secara menyeluruh sudah mampu dilakukan dengan baik,
apakah sistem komputer yang digunakan sudah dikelola dan juga digunakan dengan
baik.
Dalam melakukan audit sistem yang terkomputerisasi, audit ini dilakukan
dengan cara mengevaluasi pengendalian umum dari berbagai sistem komputerisasi
yang telah diterapkan oleh perusahaan tersebut secara menyeluruh.
Berbagai pengujian digunakan sebagai bukti untuk menarik kesimpulan dan juga
memberikan rekomendasi pada manajemen terkait berbagai hal yang berkaitan
dengan efektivitas, efisiensi, dan juga ekonomisnya suatu sistem.
C. AUDIT KECURANGAN (FRAUD)
Audit Kecurangan atau Fraud adalah berbagai prosedur yang dilakukan
untuk memeriksa apakah suatu laporan keuagan perusahaan terindikasi telah
terjadi suatu bentuk kecurangan/fraud yang dilakukan secara sengaja oleh pihak
tertentu sehingga menimbulkan salah saji yang material yang dapat menimbulkankerugian
para pengguna laporan keuangan.
Jenis-jenis Kecurangan
a.Pelaporan Keuangan yang Curang
Salah saji atau pengabaian jumlah atau pengungkapan yang disengaja dengan
maksud menipu para pemakai laporan.Perusahaan sengaja merendahkan laba dalam
upaya mengurangupajak penghasilan. Praktik tersebut dinamakan income smoothing (salah
satu bentuk pengaturan laba dimana pendapatan dan beban ditukar di antara
periode untuk mengurangi flukutuasi laba) danearning management(tindakan
manajemen yang disengaja untukmemenuhi tujuan laba)
b.Penyalahgunaan Asset (Misappropriation Asset)
Kecurangan yang melibatkan pencurian asset entitas yangbiasanya melibatkan
pegawai dan orang lain, dilakukan padatingkat hierarki organisasi yang lebih
rendah.
Komentar
Posting Komentar